SMP Persada Insan Nusantara Sokaraja Menjahit Karakter Santri Lewat BATIK dan Tata Krama

    SMP Persada Insan Nusantara Sokaraja Menjahit Karakter Santri Lewat BATIK dan Tata Krama
    SMP Persada Insan Nusantara Sokaraja Menjahit Karakter Santri Lewat BATIK dan Tata Krama

    SOKARAJA - SMP Persada Insan Nusantara Sokaraja yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Abdul Djamil Tebuireng 17 Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, melaksanakan upacara bendera rutin dengan tertib dan khidmat di halaman sekolah, Senin pagi (12/1/2026).

    Seluruh taruna dan taruni mengikuti kegiatan ini sebagai wujud disiplin santri, cinta tanah air, serta komitmen membangun karakter mulia sejak dini.

    Petugas upacara pada kesempatan itu dipercayakan kepada siswa kelas VII A.

    Pembina upacara, Yesi Dyah Septiani, S.P., Guru Kewirausahaan SMP Persada Insan Nusantara Sokaraja, Banyumas, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan tugas yang dinilai sudah baik.

    Ia menegaskan, “Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada kelas VII A yang telah melaksanakan upacara dengan tertib dan penuh tanggung jawab. Ini adalah awal yang baik dan harus terus ditingkatkan agar semakin optimal.” Ungkapnya.

    Dalam amanatnya, Yesi menekankan pentingnya menghidupkan budaya BATIK yang merupakan akronim dari Bersih, Aman, Tertib, Indah, dan Kerja Sama. Ia menuturkan dengan tegas,

    “Budaya BATIK bukan sekadar slogan atau hiasan dinding sekolah, melainkan kebiasaan mulia yang harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari seluruh warga sekolah.” Tuturnya.

    Menurutnya, penerapan BATIK akan melahirkan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif.

    “Jika sekolah bersih, aman, tertib, indah, dan penuh kerja sama, maka suasana belajar akan menjadi lebih tenang, penuh keberkahan, dan memudahkan lahirnya prestasi, ” ujarnya di hadapan seluruh peserta upacara.

    Lebih lanjut, Yesi mengaitkan nilai-nilai BATIK dan tata krama dengan pembentukan karakter wirausaha. Ia menegaskan,  

    “Seorang wirausaha yang sukses harus berangkat dari pribadi yang disiplin, jujur, tertib, mampu bekerja sama, serta menjaga etika dan kepercayaan. Semua itu adalah ruh dari BATIK dan tata krama, " tuturnya.

    Ia menambahkan, “Pendidikan kewirausahaan bukan hanya soal keterampilan usaha, tetapi juga pembinaan akhlak. Wirausaha sejati lahir dari pribadi yang santun, bertanggung jawab, dan mandiri. Di sinilah peran sekolah menanamkan nilai sejak bangku pendidikan.” Imbuhnya.

    Upacara bendera rutin ini menjadi sarana pembinaan karakter agar taruna dan taruni SMP Persada Insan Nusantara Sokaraja tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual, sosial, dan mental kewirausahaan. 

    Sejalan dengan nilai-nilai pesantren, sekolah terus menenun generasi santri yang beradab, berdaya saing, serta siap mengabdi bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan. 

    (Humas SMP Perantara/YF2DOI)

    banyumas sokaraja terkini smp persada insan nusantara sokaraja tebuireng 17 sokaraja
    Narsono Son

    Narsono Son

    Artikel Sebelumnya

    Jemput Generasi Rabbani, SMP Persada Insan...

    Artikel Berikutnya

    SMP Persada Insan Nusantara Sokaraja Persembahkan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Blok M, Magnet Ekonomi Kreatif Baru Jakarta
    Anggaran Rp268 T untuk Makan Bergizi Gratis Dongkrak Ekonomi Petani dan Nelayan
    Anak Indonesia Terlindungi, Menkomdigi Tegaskan Tak Ada Kompromi untuk Platform Digital yang Tidak Taat PP Tunas
    Rp268 Triliun untuk Makan Bergizi Gratis, Ini Skema Detail Anggarannya!
    120 Huntap Bencana Tapanuli Selatan Siap Dihuni, Jadi Pilot Project Nasional

    Ikuti Kami